Selasa, 10 Maret 2009

RESUME KOORDINAT

Koordinat Geografi
Penunjukan titik atau tempat di peta dengan cara koordinat geeografi diartikan oleh N.S.Adiyuwono dalam bukunya Teknik Membaca Peta dan Kompas (1995) merupakan suatu sistem untuk menentukan suatu kedudukan atau titik di permukaan bumi (dalam bidang lengkung). Sistem ini dinyatakan dalam derajat dengan meridian Greenwich sebagai lintangnya 0
°.

Contoh:

Koordinat A:
Koordinat B:

(maaf, belum dilengkapi gambar serta penjelasan)

Koordinat Peta
Sistem koordinat peta, masih dalam pengertian N.S. Adiyuwono, merupakan system untuk menentukan kedudukan suatu titik atau tempat pada suatu peta. Lembar peta dibagi atas garis-garis koordinat yaitu garis mendatar dan garis tegak (berbentuk kotak-kotak bujur sangkar)

Seperti yang sudah disinggung diatas. Koordinat peta terdapat tiga cara penunjukan, yakni: cara koordinat 4 angka, cara koordinat 6 angka, dan cara koordinat 8 angka.

  1. Cara 4 angka: digunakan untuk memperlihatkan posisi suatu tempat yang cukup lebar, misalkan untuk menunjukan lokasi danau, telaga dsb. Jarak kira-kira 1000 meter (sisi bujur sangkar dibagi 1000)
  2. Cara 6 angka: digunakan untuk menunjukan lokasi yang sempit. Semisal, loksai kemah, titik pertemuan (check poin) dll. Jarak 100 meter. (sisi bujursangkar dibagi 10 bagian)
  3. Cara 8 angka: digunakan untuk menunjukan suatu titik, miasal titik triangulasi, lokasi korban (sisi bujur sangkar dibagi 100)

RESUME PROYEKSI PETA


Peta merupakan gambaran permukaan bumi dalam skala yang lebih kecil pad
bidang datar. Suatu peta ‘idealnya’ harus dapat memenuhi ketentuan geometrik sebaga
berikut : Jarak antara titik yang terletak di atas peta harus sesuai dengan jarak sebenarnya d
permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta) Luas permukaan yang digambarkan di atas peta harus sesuai dengan luas sebenarnya d
permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta) Besar sudut atau arah suatu garis yang digambarkan di atas peta harus sesuai denga
besar sudut atau arah sebenarnya di permukaan bumi Bentuk yang digambarkan di atas peta harus sesuai dengan bentuk yang sebenarnya d
permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta)
Pada daerah yang relatif kecil (30 km x 30 km) permukaan bumi diasumsikan sebaga
bidang datar, sehingga pemetaan daerah tersebut dapat dilakukan tanpa proyeksi peta da
tetap memenuhi semua persyaratan geometrik. Namun karena permukaan bumi secar
keseluruhan merupakan permukaan yang melengkung, maka pemetaan pada bidang data
tidak dapat dilakukan dengan sempurna tanpa terjadi perubahan (distorsi) dari bentuk yan
sebenarnya sehingga tidak semua persyaratan geometrik peta yang ‘ideal’ dapat dipenuhi.

Pengertian Proyeksi Peta
Proyeksi Peta adalah prosedur matematis yang memungkinkan hasil pengukura
yang dilakukan di permukaan bumi fisis bisa digambarkan diatas bidang datar (peta)
Karena permukaan bumi fisis tidak teratur maka akan sulit untuk melakukan perhitungan
perhitungan langsung dari pengukuran. Untuk itu diperlukan pendekatan secara matemati
(model) dari bumi fisis tersebut. Model matematis bumi yang digunakan adalah ellipsoi
putaran dengan besaran-besaran tertentu. Maka secara matematis proyeksi peta dilakuka
dari permukaan ellipsoid putaran ke permukaan bidang datar.


Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes