Peta merupakan gambaran permukaan bumi dalam skala yang lebih kecil pad
bidang datar. Suatu peta ‘idealnya’ harus dapat memenuhi ketentuan geometrik sebaga
berikut : Jarak antara titik yang terletak di atas peta harus sesuai dengan jarak sebenarnya d
permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta) Luas permukaan yang digambarkan di atas peta harus sesuai dengan luas sebenarnya d
permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta) Besar sudut atau arah suatu garis yang digambarkan di atas peta harus sesuai denga
besar sudut atau arah sebenarnya di permukaan bumi Bentuk yang digambarkan di atas peta harus sesuai dengan bentuk yang sebenarnya d
permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta)
Pada daerah yang relatif kecil (30 km x 30 km) permukaan bumi diasumsikan sebaga
bidang datar, sehingga pemetaan daerah tersebut dapat dilakukan tanpa proyeksi peta da
tetap memenuhi semua persyaratan geometrik. Namun karena permukaan bumi secar
keseluruhan merupakan permukaan yang melengkung, maka pemetaan pada bidang data
tidak dapat dilakukan dengan sempurna tanpa terjadi perubahan (distorsi) dari bentuk yan
sebenarnya sehingga tidak semua persyaratan geometrik peta yang ‘ideal’ dapat dipenuhi.
Pengertian Proyeksi Peta
Proyeksi Peta adalah prosedur matematis yang memungkinkan hasil pengukura
yang dilakukan di permukaan bumi fisis bisa digambarkan diatas bidang datar (peta)
Karena permukaan bumi fisis tidak teratur maka akan sulit untuk melakukan perhitungan
perhitungan langsung dari pengukuran. Untuk itu diperlukan pendekatan secara matemati
(model) dari bumi fisis tersebut. Model matematis bumi yang digunakan adalah ellipsoi
putaran dengan besaran-besaran tertentu. Maka secara matematis proyeksi peta dilakuka
dari permukaan ellipsoid putaran ke permukaan bidang datar.

0 komentar:
Posting Komentar